Title : Friendzone
Author : Alferina
Genre : ________________________
Pairing : Skandar Keynes x Falerinna
Rated : Teen
Length : Multichapter
**
Falerinna Point Of View’s
Pernah mendengar kata bahwa “Sahabat bisa menjadi Cinta?”. Jika pernah, bisakah kalian merasakannya atau mengalaminya? Andaikan pernah, bagaimana perasaan kalian? Senang? Sedih? Gugup? Nervous? Atau tidak merasakan apapun?
Inilah hidup. Hidup dengan cinta berbeda. Dan aku tahu apa maknanya. Percuma kita menjalani hidup ini tanpa didampingi apa yang dinamakan cinta. Cinta itu sebuah anugrah Tuhan untuk manusia. Memberikan rasa suka dan kasih sayang sesama lawan jenis. Tetapi,cinta juga tidak dipergunakan untuk bermain-main. Jika anda salah mempergunakannya, maka tubuhmulah resikonya.
Terkadang, jika dipikirkan, zaman itu cepat untuk berevolusi. Dahulu, saat-saat Indonesia masih dijajah oleh negara-negara kolonial, semua keadaan masih terbilang sederhana. Tiada alat canggih modern seperti alat-alat komunikasi seperti sekarang ini. Berabad-abad bumi ini bertahan pada garis putarnya untuk mengelilingi matahari. Dan bersyukurnya saat ini, bumi masih bisa mengorbitkannya dengan sempurna. Tetapi,semua berbeda dengan penghuni bumi besar ini. Jikalau memang zaman sangat cepat untuk berubah, maka bukankah manusia itu pun bisa berubah dengan cepat?
Dulu, yang namanya masih zaman orangtua. Mereka terbiasa menjodohkan anak mereka dengan pilihannya masing-masing, bukan karena perasaan anak mereka. Dan konon, orang tua zaman dahulu itu pasti mencarikan jodoh untuk anak mereka yang sempurna fisik dan hartanya. Ha! Entahlah itu benar atau tidak. Terpenting, aku hanya cukup mengetahuinya saja.
Dan sekarang? Aku ingin menceritakan kisah hidup persahabatanku yang menyangkut dengan percintaan. Ini bukan tentangku atau si dia.. Tapi ini tentang semua sahabat-sahabatku yang hebat,yang bisa menjadikanku teman terbaik mereka. Mungkin jika kalian berpikir apa gunanya membaca cerita orang? Itu sangatlah tidak manusiawi. Pengalaman dari seseorang itu harus diketahui. Carilah sisi positifnya, dan buang dan ubahlah sisi negatifnya itu untukmenjadi lebih baik. Manusia tiada yang sempurna selain perilakunya yang iman dan suci. Dan kita, tujuan hidup hanya satu! Beribadah kepada Tuhannya !
Author Point Of View’s
Kini, seorang gadis remaja yang masih menginjak umur 16 tahun itupun hanya bisa berdiam diri dikamarnya untuk berbaring. Tubuhnya seperti tiada tulang yang mampu menggerakkannya. Dan iris matanya yang berwarna coklat gelap, hanya bisa menatap semua nasib dan cobaan. Sesekali, ia hanya bangun untuk duduk, meregangkan semua otot-otot kerasnya dan mengambil air minumnya yang sudah disediakan di atas meja kecilnya. Ia melangkah kecil secara perlahan menuju jendela. Dan digesernya sedikit gorden jendelanya tersebut dan memandang keluar untuk memastikan cuaca yang sedang terjadi.
Matanya yang sendu mulai menatapi rintik-rintik air hujan yang berjatuhan dan daun-daun yang bergoyang dikarenakan angin yang bertiup. Tiada disangka, gadis ini sedang memikirkan seorang sahabat terbaiknya yang pernah dimiliki. Gadis yang memiliki nama Falerinna ini, hanya bisa mengingat masa lalunya bersama sahabat terbaiknya yang bernama Skandar. Dia mulai menutup mata,dan mulai memikirkan segala sesuatunya dengan logika. Meratapi lebih dalam apa yang sudah terjadi. Sedangkan waktu dan waktu terus berjalan. Tiada hasil yang ia dapat selain kenangan yang indah dan manis yang dilalui bersama dengan Skandar. Sesekali, ia menangis kecil kemudian mengusapnya. Memang sulit rasanya,terjebak dalam kisah persahabatan dulu. Mengerti, memaknai, dan mengalami segala perilaku yang sangat sulit untuk dipahami. Mungkin memang kisah persahabatan ini sama sekali tidak ada manfaatnya tetapi bagi Falerinna ini sangat lebih dari segalanya.
“Setiap kali aku berpikir untuk menjadi lebih baik itu sulit. Menjadi satu-satunya teman yang terbaik diantara yang lainnya. Tiada lagi yang bisa kuharapkan lebih darinya. Mungkin ini memang sudah takdirku merasakannya, tidak pantas untuk menjadi milikku seutuhnya. Aku hanya gadis remaja biasa yang mempunyai hak kecil dan kewajiban sederhana. Orang-orang pun bahkan tidak akan peduli dengan apa yang akan aku raih kelak. Semua ini serasa tidak adil, tidak adil dalam perbuatan. Tapi, aku hanya bisa bersabar dan terus berusaha sampai semua menganggapku sebagai yang berharga.” Falerinna
Dan sama sekali tidak terasa, 3 tahun terlewati olehnya yang sendiri. Oleh kehidupannya yang suram dan gelap tanya ada cahaya penerangan sedikit pun. Segala caci dan makian tidak ia hiraukan melainkan kasih dan sayang yang diberikan oleh Skandar. Awal, dia berpikir hanya Skandarlah yang bisa membuat dirinya membaik, lebih ceria, dan tempat dimana keluh kesah yang dirasakannya. Namun, seiring Skandar menginjak umur yang dewasa, Skandar seperti seakan teman yang –Datang bila hanya diperlukan- tidak seperti dulu yang selalu siap siaga bila dibutuhkan. Falerinna pun merasakan perubahan itu. Sikap, bahasa, kosa kata, perilaku, dan bahkan gerak-gerakkan Skandar bisa Falerinna prediksikan. Bahwa Skandar akan menjadi laki-laki yang berbeda dengan yang ia kenal sebelumnya.
Flashback 3 years ago
“Ayolah Fal. Kau harus mempunyai semangat hidup. Jangan selalu temurung seperti itu. jadilah yang periang.. Ada aku disini untuk menemani kegembiraanmu.”
“Diamlah Skand. Aku hanya perlu waktu sendiri. Aku bisa menyelesaikan semua masalah ini sendirian.”
“Kau yakin? Kalau begitu.. Coba lihat aku..” lalu, Falerinna pun menolehkan wajahnya menuju Skandar. Dan seketika,Falerinna pun tersenyum manis melihat kelakuan sahabatnya itu. Dan Skandar juga hanya bisa memberikan raihan tangan kepada Falerinna.
“Kau siap?”tanya Skandar
“Siap untuk apa?”
“Dansa pertama kita J”
“Kau bisa berdansa memangnya?”
“Aku ini rajanya dansa Fal.. Jangan khawatir..” kemudian, Falerinna pun menganggukkan kepala dan mulai mengikuti gerakan Skandar yang sangat lihai. Dengan posisi tubuh yang lumayan dekat, Skandar hanya bisa menatap wajah Falerinna yang sedari tadi menunduk tanpa melihat kedirinya. Bisa dilihat, Falerinna pun seperti gugup dan bergemetar. Karena merasakan, Skandar pun terkekeh kecil.
“Kau gugup Fal?”
“Eh? Hmm, tidak kok.”
“Jujurlah. Aku bisa merasakanmu.”
“Kalau kau meraskannya, berarti kau sudah tahu jawabannya J”
“Ini adalah pertama kalinya aku berdekatan dengan Fal. Ternyata, tubuhnya mudah untuk merasakan hal yang baru. Tangannya halus dan lembut. Tatapan matanya sendu. Senyumannya manis, seperti Fal yang dahulu. Rambutnya yang wangi bak semerbak membuatku semakin nyaman berada di dekatnya. Perlahan, mungkin aku mulai merasakan perasaan yang berbeda. Bahwa aku “menyukainya” Skandar
“Skand.. Aku tidak sepenuhnya yakin dengan perasaan ini”
“Perasaan apa?”
“Kau tahu? Semenjak kita menjadi sahabat. Semenjak kamu selalu memberikan yang terbaik untukku. Aku merasa nyaman didekatmu. Aku selalu merindukanmu walaupun aku tak tahu apa penyebabnya. Aku merasa seakan, aku mulai-“
“Sssstt..Sudah. Hentikan. Aku mengerti apa yang kamu katakan. Tapi, tidak sekarang waktunya untuk meneruskan”
“Mungkin dia benar. Ini bukan waktunya yang tepat untuk berkata hal seperti itu. Tapi andaikan dia tahu yang sebenarnya.. Itu akan mengejutkan” Falerinna
**
Kini, malam pun terlihat seperti malam yang biasa. Tetapi, malam ini adalah malam yang tidak biasa untuk Fal. Fal teringat dengan kata-kata yang telah diucapkan Skandar tadi sore. Ia merasa, Skandar tidak terlalu serius menanggapi seluruh perasaannya. Tetapi sejenak,ia berpikir kembali. Ia memang tidak seharusnya berbicara seperti itu karena ia sadar mereka hanya berstatus sahabat. Tidak lebih ataupun yang lain. Tidak ada yang berbeda dengan apa yang pernah dilihatnya dulu. Tapi mungkin, masa depan bisa merubahnya menjadi yang tidak kita kira.
“Love can touch us one time
And last for a life time
And never let go til’we’re gone
Love was when I love you
One true time I hold you
In my life we’ll always
Go on..”
**
“Jauh.. Dekat.. Dimanapun kau berada. Aku yakin, kau tidak akan pergi menjauh dariku. Karena aku masih punya keyakinan disini. Untuk menjagamu, melindungimu, menyayangimu, dan mencintaimu. Itu hakku..” –Falerinna
“Ini tidak sama persis dengan apa yang kau bayangkan. Maafkan aku, jika memang aku berubah dan maafkan aku juga jika aku berlaku tidak senonoh kepadamu. Aku pergi darimu untuk sementara. Percayalah. Aku tidak akan bisa hidup tanpamu..” –Skandar
“Tidak perlu memaksa apapun keadaan yang sulit. Semuanya tidak perlu dipaksa. Hanya tunggu dan terima apa yang akan datang selanjutnya. Masa depan masih jauh, dan itu diperlukan harapan yang bagus. Berhasil atau tidak. Itulah takdir.. Tiada yang sempurna selain cinta.” –Author
**
To be continued.. ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar